Rabu, 23 Maret 2011

mahabbatullah

By : Ust.Firdaus

“EpIsOdE CiNtA”
Cinta akan hadir ketika kita melihat kelebihan dari sesuatu
Sayang akan hadir ketika kita melihat kekurangan dari sesuatu
Allah mengajarkan cita kepada umatnya dengan :
Pada kaum laki-laki,Masuknya cinta kepada Allah melalui wanita dan
kedudukan
Pada kaum perempuan,Masuknya cinta kepada Allah melalui lawan jenis
dan harta.

“KiSah cinta”

Kisah Cinta Umar bin abdul Aziz,para wanita mengenalnya sebagai orang yang sempurna,Umar jatuh cinta pada seorang wanita,tapi tenyata Umar mau dijodohkan dengan Fatimah,karena menurut orang tuanya Fatimahlah yang kebih pantas menjadi pendamping Umar,akhirnya Umar menikah dengan Fatimah tapi hatinya masih sangat mencintai kekasihnya.Ketika Umar diangkat menjadi seorang Raja semua harta benda bahkan seluruh perhiasan isterinya disumbangkannya ke kas Negara.Isterinya mengetahui bahwa Umar masih mencintai kekasihnya karena Umar sering tanpa sadar menyebut nama kekasihnya di depan Fatimah.Akhirnya Fatimah bermaksud membahagiakan suaminya dengan memberikan sebuah hadiah,Hadiah itu adalah Fatimah menyuruh Umar untuk menikahi kekasihnya,Sontak Umar kaget dan heran tapi hadiah itu ditolak oleh Umar.Isterinya pun bermaksud untuk menemui kekasih Umar untuk mengabarkan bahwa Umar tidak mau menikahinya,dan akhirnya Fatimah mempertemukan Umar dengan keasihnya,lalu bertanyalah kekasihnya pada Umar,Umar apakah kau masih mencintaiku? Umar menjawab aku akan tetap mencintaimu bahkan cinta itu terus membara,tapi aku tidak mau cinta itu untuk saat ini karena ada satu cinta yang begitu besar yang menghujam dihati ini yaitu cinta illahi.

Kisah cinta Fudail bin Iam,Fudail adalah seorang playboy,saat itu dia sedang jatuh cinta pada seorang wanita,suatu malam Fudail berniat menemui wanita itu lewat atap rumah,dengan susah payah Fudail memanjat atap itu,dan wanita itu pun mau membukakan jendela kamarnya,selangkah lagi Fudail bisa langsung loncat dan masuk ke kamar wanita itu,tapi ternyata dibawahnya ada orang berjalan sambil menyenandungkan ayat Al-Quran yang bila diartikan adalah”Kapan lagi waktunya untuk orang-orang beriman untuk tunduk khusyuk hatinya dalam mengingat Allah”.Sejenak Fudail terdiam dan merenungkan senandung orang tersebut dan akhirnya Allah memberikannya hidayah,Fudail pun langsung loncat dan meninggalkan kekasihnya dan dia langsung bertaubat kepada Allah.

Kisah cinta seorang Raja yang sangat terkenal,isterinya sangat cantik dan selirnya banyak.Suatu hari dia sadar,dia pun langsung berdoa kepada Allah”Ya allah ajari aku mencintaimu”Dan Allahpun akan mengabulkan doanya dan mengajarkan kepadanya bagaimana mencintai Allah dengan mengirimkan malaikat dalam wujud manusia,manusia itu berjalan diatas loteng istana,Sang Rajapun merasa sangat terganggu,Raja pun marah dan berteriak”Woy siapa diatas sana??”dan ada suara menjawab”Saya” Raja pun bertanya lagi”Sedang apa kamu??” dia menjawab “saya sedang mencari onta saya” Raja pun heran dan berkata”Kamu mencari ontamu disitu mana ketemu”dia pun sontak menjawab”Kamu juga mencari cinta Allah di dalam istanamu yang megah itu mana ketemu”Hari berikutnya dia memilih untuk meninggalkan istananya,dan memikih hidup miskin,dia mencari cintanya kepada Allah.,

Terminal menuju Mahabbatullah

Terdapat dalam surat 9 ayat 111 ,Disana dijelaskan tentang transaksi jual beli antara Allah dan umatnya : Umatnya menjual diri dan harta dan Allah akan membelinya dengan surga.
Sekarang seberapakah harga diri kita agar pantas ditukar dengan surga??
Maksud kata membunuh/terbunuh dalam ayat tersebut adalah bentuk ucapan yang tinggi
Contoh pada kisah Masithah
Pengikut Raja Firaun mengambil bayi Masithah dan dia bertanya kepada Masithah “Hai Masithah kau pilih Raja firaun sebagai Tuhanmu atau Tuhanmu yang diatas”Masithah menjawab “Tuhanku”mendengar jawaban itu bayi kecil Masithah dimasukkan dalam tungku panas”Hai Masithah kalau kau memilih dia(Allah)sebagai Tuhanmu minta tolonglah padanya”Orang itu pun menarik anak Masithah yang masih kecil yang memeluk erat tubuh Masithah,seerat-erat pegangan itu anakya terlepas karena tangan masithah dipegang oleh pengikut Firaun yang lain. kemudian dia bertanya lagi,”kau pilih raja firaun sebagai Tuhanmu atau Tuhan yang diatas” sekali lagi Masithah menjawab”Tuhanku”maka dia langsung mmenceburkan anak masithah kedalam tengku panas,kemudian suaminya”Masithah ini suamimu kamu tidak akan memiliki keturunan lagi apabila aku menceburkannya maka jawab sekali lagi pertanyaanku kau pilih Raja Firaun sebagai Tuhanmu atau Tuhan yang diatas,Dan Masithah tetap menjawab “Tuhanku” dan suaminya pun dilemparkan kedalam tengku panas sampai akhirnya dia sendiri diceburkan kedalam tengku panas itu karena pengorbanan cintanya kepada Allah
Dari sana dapat dilihat bahwa masithah rela dibunuh untuk tetap memilih Allah sebagai Tuhannya.
Dan apabila kita sudah sangat mencintai Allah kita akab melakukan apa saja termasuk membunuh orang-orang yang mencela Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar