Dalam heningnya malam
Aku termangu diam
Satu per satu hujaman itu datang
Menghantui di dalam lamunan
Butiran air perlahan membasahi wajah ini
Menetes dan tak kunjung henti
Hari-hari kulalui dengan sebuah kepahitan
Tertatih berjalan dalam kegelapan
Mencoba mencari sedikit cahaya terang
Tuk merubah kepahitan menjadi suatu kebahagiaan
Perlahan ku berjalan
Tak sedikitpun cahaya terang ku dapatkan
Yang kutemukan hanya kebisingan yang menyakitkan
Lekukan sinis sebuah senyuman terlihat samar menyilaukan
Ku coba berlari menjauh
Namun sia-sia
Kerikil-kerikil tajam terus menghadang dalam kegelapan
Hati dan jiwa ini lelah
Kaki ini sudah tak sanggup melangkah
Telinga ini sudah tak sanggup menahan
Menahan kebisingan yang terus memekakkan
Mata ini perih berjalan di kegelapan
Kesabaran ini perlahan memudar
Sakit dan dendam berlomba merasuk dalam jiwa
Tiba-tiba sebuah senyuman datang membuyarkan lamunan
Menghapuskan semua dendam dan keputusasaan
Membangkitkan aura keoptimisan dalam sebuah ketenangan
Memusnahkan berjuta kebisingan yang memekakkan
Mendatangkan kesabaran yang hampir hilang
Menarik dan membawaku menuju cahaya terang
Senyuman itu bagai pelita dalam kegelapan
Membangkitkan sebuah kepercayaan
Kepercayaan yang begitu berharga
Kepercayaan yang membuatku seakan nyata
Dan percaya bahwa semuanya bukanlah hal yang sia-sia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar